Twitter

WISATA KULINER KOTA SEMARANG

Author Sulastri - -
Home » WISATA KULINER KOTA SEMARANG

Puas dengan wisata semarang, kini saatnya anda berwisata menikmati kuliner Kota Semarang.
Kota Semarang memiliki banyak kuliner khas diantaranya sebagai berikut :

1. Bandeng Presto



Bandeng presto adalah makanan yang dibuat dari ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit dan garam. Asal mulanya makananan ini ditemukan oleh Hanna Budimulya yang lahir di kota pati, Jawa Tengah dan akhirnya menjadi ikon besar Kota Semarang.

Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Makanan yang dimasak dengan cara ini diletakkan dalam panci yang dapat dikunci dengan rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci ini. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak.

Bandeng presto yang terkenal yaitu Bandeng Juwana, anda dapat membeli makanan ini di Bandeng Juwana Erlina yang beralamat di Jalan Pandanaran 57 dan Jalan Pamularsih 70, Semarang. Di sini, Anda seperti masuk ke surga aneka olahan ikan bandeng lezat. Beberapa olahan bandeng yang bisa Anda bawa pulang di antaranya bandeng duri lunak, bandeng asap dan otak-otak bandeng. Selain bandeng yang dibawa pulang, Anda juga bisa menikmati sajian khas Bandeng Juwana Erlina di warung makannya yang terletak di lantai 2. Anda bisa mencicipi sate bandeng, bandeng tauco dan juga gudeg bandeng.

2. Soto Bangkong

Nama Bangkong diambil dari nama tempat didirikannya rumah makan ini, yaitu di Perempatan Bangkong, Semarang. Dalam perkembangannya, Soto Bangkong telah membuka cabang di berbagai kota di Pulau Jawa. Warung soto ini buka setiap hari mulai dari jam 07.00 pagi sampai jam 10.00 malam.

Soto Bangkong berdiri sejak tahun 1950, pemilik soto ini bernama H. Soleh Soekarno. Awalnya soto ini dijajakan dengan menggunakan angkring bambu yang dipikul dengan berjalan kaki. Lebih dari 60 tahun Pak Soleh merintis usaha warung soto miliknya hingga saat ini. Walaupun telah lanjut usia Pak Soleh dibantu dengan beberapa karyawannya tetap setia menjalani usahanya.

Dulunya Pak Soleh, pemilik Soto Bangkong biasa mangkal di pojokan samping Pos Polisi Jl. Brigjen Katamso Semarang. Dengan ketekunannya si pemilik tersebut mampu membuat kios kecil sebagai tempat untuk berjualan. Saat ini kios tersebut berkembang menjadi besar dan memiliki beberapa cabang di berbagai daerah. Cabang yang didirikan tersebut dikelola oleh anak-anaknya. Banyak orang mengira cabang-cabang Soto Bangkong yang dibuka dengan sistem waralaba seperti KFC maupun McDonald's. Padahal, seluruh cabang yang ada dimiliki dan dikelola oleh keluarganya sendiri. Dengan berjualan Soto Bangkong, Pak Soleh bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai ke luar negeri dan bisa naik haji sampai dua kali.

Soto Bangkong yang melegenda ini memiliki kuah yang khas yaitu bening agak kecoklatan, ini dikarenakan diberi tambahan kecap. Satu porsi Soto Bangkong berisi suiran daging ayam, irisan tomat, bihun, tauge, taburan bawang putih dan merah. Dan nasi bisa dicampur maupun dipisah dengan kuah. Soto Bangkong dihidangkan dalam ukuran mangkuk yang kecil tetapi tinggi. Menikmatinya bisa dengan menggunakan lauk seperti sate daging ayam, sate kerang, sate telur puyuh, tempe, tahu, perkedel dan juga berbagai aneka minuman panas dan dingin. Dalam warung Soto Bangkong ini memiliki menu utamanya adalah soto daging. Tetapi, juga menyediakan ayam goreng dan garang asem sebagai menu pilihannya.

3. Mie Kopyok

Mie kopyok adalah hidangan berbahan dasar mie yang dari Semarang. Dengan ciri khas irisan tetelan daging dan tambahan tahu dan kerupuk gendar diatasnya. Mie kopyok ini merupakan salah satu makanan khas kota Semarang yang susah ditemukan di tempat lain. Mie kopyok kebanyakan dijajakan dengan gerobak keliling dari kampung ke kampung.

Mie kopyok atau mie lontong ini juga disebut menyebutnya sebagai Mie Teng-teng karena penjualnya suka memukul piring dan berbunyi "Teng-teng-teng" sebagai tanda untuk memasarkan dagangannya.

4. Nasi Pindang

Nasi Pindang adalah masakan yang berupa nasi dan daging disajikan dengan kuah pindang dan daun melinjo atau daun so. salah satu warung penjual nasi pindang yang terkenal yaitu warung nasi pindang pak Ndut. Warung nasi pindang Pak Ndut ini dulunya berjualan di daerah Petudungan, Jalan Mataram (Jl. MT. Haryono). Namun, kini warungnya dapat Anda temukan di Jalan Ki Mangunsarkoro, tepatnya di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah.

Nasi pindang bikinan Pak Ndut ini sekilas mirip nasi gandul khas Pati. Penyajiannya berupa nasi putih dan daging atau jeroan, yang disiram kuah pindang dan daun melinjo. Kuah pindang berasal dari rebusan daging ungkep, santan, kluwek dan aneka bumbu.

Warung ini hampir tak pernah sepi pembeli, terlebih saat akhir pekan. Dan pembeli di warung ini biasanya adalah para pelanggan tetap. Menurut Musripah, sang pemilik warung, salah satu jurus yang membuat warungnya tetap bertahan dan memiliki banyak pelanggan tetap adalah konsistensi dalam mempertahankan rasa dan bumbu yang digunakan. Meski harga bahan baku nasi pindang sering naik turun, namun dia tidak pernah mengurangi komposisi bumbu yang digunakan.

Jika Anda berdomisili di Semarang atau kebetulan sedang berkunjung ke kota ini, sempatkanlah untuk menikmati kelezatan nasi pindang Pak Ndut. Bawalah uang lebih, siapa tahu Anda ketagihan nasi pindang ini dan ingin nambah. 

5. Tahu Gimbal

Tahu Gimbal adalah makanan khas Kota Semarang. Makanan ini terdiri dari tahu goreng, rajangan kol mentah, lontong, taoge, telur, dan gimbal (udang yang digoreng dengan tepung) dan dicampur dengan bumbu kacang yang khas karena menggunakan petis udang. Beda dengan saus kacang untuk pecel Madiun yang agak kental. Saus bumbu kacang untuk tahu gimbal agak sedikit encer.

Adapun yang khas dari tahu gimbal adalah gimbal itu sendiri. Gimbal adalah semacam bakwan goreng yang berisi udang. Gimbal digoreng garing dengan perpaduan rasa yang pas antara gurih, manis dan pedas. Sama seperti tahu atau lontong, gimbal dipotong-potong kecil-kecil dengan gunting khusus. Di kota Semarang banyak sekali penjual tahu gimbal kalau malam di sepanjang Jalan Pahlawan, sekitar Taman KB, dan depan Masjid Baiturrahman Semarang . Harga seporsi untuk tahu gimbal lengkap sekitar Rp10.000.

6.  Lunpia

Lunpia semarang adalah makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.

Cita rasa lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah.

Tak sulit mendapatkan lumpia sebagai oleh-oleh. Anda bisa menemukan lumpia di seluruh penjuru Kota Semarang. Namun, ada baiknya Anda membeli langsung dari tempat asli di mana resep lunpia diciptakan. Datanglah ke Gang Lombok yang berada di kawasan pecinan Semarang. Di sini, Anda bisa membeli lunpia yang dikemas dalam besek atau kotak yang terbuat dari bambu. Lunpia di sini masih menggunakan resep asli yang dipertahankan secara turun temurun.

7. Wingko Babat

Jajanan berbentuk bulat dalam berbagai ukuran dengan rasa legit ini banyak dicari wisatawan yang datang ke Semarang. Perpaduan rasa yang dihasilkan dari kelapa muda pilihan dan gula menjadikan wingko memiliki rasa khas yang lezat.

Salah satu wingko yang populer di Semarang adalah Wingko Babat Cap Kereta Api yang berlokasi di Jalan Cenderawasih 14, Semarang. Dari sini lah wingko mulai dikenalkan oleh Nyonya Mulyono yang berasal dari Babat dan menetap di Semarang. Awalnya wingko dijual di sekitaran Stasiun Tawang, hal ini pula yang menjadi alasan penamaan wingko dagangannya.

8. Wedang Tahu


Wedang Tahu adalah minuman yang beromakan jahe dan berisi kembang tahu yang terbuat dari sari kedelai. Minuman ini berkhasiat sebagai penghangat tubuh dan sangat cocok bila dinikmati pada musim hujan, pada pagi ataupun sore hari.

Wedang Tahu terbuat dari susu kedelai yang dicampur dengan air garam, dan bubuk agar-agar yang dimasak sehingga menjadi kembang tahu atau tahu sutera, yang akan dijadikan sebagai isi dari wedang Tahu tersebut.

Wedang  ini sangat cocok dinikmati kala malam hari. Penjualan wedang ini tak menyebar di seluruh penjuru kota. Hanya ada beberapa titik saja. Wedang tahu di Jalan Gajahmada menjadi primadona. Hingga pada akhirnya membuka cabang di Jalan Setiabudi.

Dan jika Anda sedang menikmati gemerlapnya kota Semarang di Gombel, tak ada salahnya mampir ke warung wedang tahu Pak Amad. Warung lesehan yang berada di samping Nasmoco Gombel, tepatnya di Jalan Bukit Raya. Warung lesehan ini buka dari jam 5 sore hingga 10 malam. Tapi lebih sering menunggu hingga dagangan habis.

9. Roti Ganjel Rel

Mendengar namanya mungkin Anda mengerutkan dahi, aneh ya? Tapi tenang saja, meski namanya aneh, namun roti ini memiliki rasa khas yang istimewa. Roti ini terbuat dari tepung tapioka, santan, air nira, gula dan kayu manis sebagai penambah aroma sedap. Sebagai pemanis tampilan, roti ditaburi wijen.

Tekstur roti yang keras dan warnanya yang coklat membuat warga setempat menyamakannya dengan bantalan rel kereta api. Jadi, Anda tahu sekarang dari mana nama roti ini berasal. Menurut ahli kesehatan, tekstur yang keras ini membuat roti ganjel rel baik untuk kesehatan.

Roti ganjel rel merupakan sajian wajib dalam acara ‘dugderan’ atau pawai sebelum bulan puasa. Pada hari biasa, Anda akan sedikit kesulitan menemukan roti ini di pasaran. Namun tak perlu khawatir, di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, terdapat toko yang menyediakan roti ini untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.




One Response so far.

  1. Unknown says:

    bagus gan informasi nya, bermanfaat sekali seperti rental mobil ini dan tour jogja ini