Twitter

Wonderia Kota Semarang
Selamat datang di kota Semarang, Kota Lumpia yang menawarkan berbagai wisata untuk anda. Selain wisata Alam, wisata Religi, Wisata sejarah, wisata kota semarang juga mempunyai wisata keluarga yang tidak kalah menarik. Bagi anda yang ingin berlibur menghabiskan waktu bersama keluarga, anda bisa datang kesini. ke taman rekreasi Wonderia Kota Semarang.

Taman wisata Wonderia Semarang merupakan salah satu tempat rekreasi yang sangat popular, terutama bagi masyarakat di kota lumpia itu. Apalagi bagi masyarakat kota metropoitan di pusat Pulau Jawa yang sangat dinamis dan sibuk dengan berbagai aktivitas bisnis, tentunya rekreasi bersama keluarga di akhir pekan atau saat libur merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan.

Taman rekreasi yang terletak di Jalan Sriwijaya Semarang ini memang merupakan salah satu lokasi favorit, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Apalagi cukup banyak fasilitas dan arena permainan yang tersedia di sini, seperti Merry Go Round, Kiddy Boat, Typhoon Coaster, Super Rally, Boom Boom Car, serta Space Gyro. Tak sedikit anak-anak yang menghabiskan waktunya dengan bermain berbagai permainan mengasyikkan di sini.

Bom Bom Car
Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, taman ini juga menyediakan wahana yang cukup menguji nyali anda, yakni Ghost House atau rumah hantu. Selain tujuh wahana tersebut masih ada 13 wahana lain yang disediakan pengelola. Selain itu, Taman wisata Wonderia juga sering mengadakan panggung hiburan dengan mengundang berbagai penyanyi baik lokal maupun artis ibukota. Selain penampilan dari penyanyi, di sini juga sering diadakan berbagai pertunjukan lainnya.

Gost House
Dengan semua wahana permainan dan pertunjukan yang diberikan, tak mengherankan jika taman rekreasi wonderia menjadi pilihan warga Semarang dan sekitarnya untuk menghabiskan liburan akhir pekan mereka atau pun ketika pergantian tahun dan liburan sekolah. Taman wisata Wonderia juga menjadi taman hiburan terbesar di jawa Tengah. Selain itu lokasi Wonderia juga dekat dengan perpustakaan daerah dan Taman Budaya Raden Saleh. Jadi usai belajar sejarah dan budaya di perpustakaan dan taman budaya bisa refreshing sejenak di taman rekreasi ini.



Monorail Wonderia
Tempat parkir yang luas telah disediakan pengelola untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Selain itu kawasan Taman wisata Wonderia juga cukup teduh dengan pohon-pohon yang cukup rindang. Jalanannya pun cukup nyaman dan rekreatif. Tak hanya itu, pengelola juga masih menambah arena permainan dan fasilitas yang lain guna menambah kenyamanan pengunjung. Untuk tiket masuknya hanya Rp 9.000 pada hari kerja dan Rp 10.000 untuk weekend. Taman rekreasi ini buka setiap hari mulai dari jam 09.00-22.00. Dan khusus akhir pekan taman rekreasi wonderia buka hingga pukul 23.00. Anda juga tidak perlu repot-repot membawa makanan karena di Taman wisata Wonderia menyediakan berbagai outlet makanan dengan aneka makanan dan minuman. Ada pula klinik dan souvenir shop untuk anda membeli oleh-oleh.

Dan jika anda membutuhkan tempat menginap, anda bisa menggunakan beberapa hotel murah di Semarang, seperti:









GEREJA BLENDUK
Gereja Blenduk Semarang merupakan gereja yang dibangun pada 1753 ini merupakan salah satu landmark di kota lama. Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras. Bentuknya lebih menonjol . Lokasi bangunan ini berada di Jalan Letjend Suprapto No 32 Kota Lama Semarang dan bernama Gereja GPIB Immanuel. Bangunan gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal yang secara vertikal terbagi atas tiga bagian. Jumlah lantainya adalah dua buah. Bangunan ini menghadap ke Selatan. Gereja ini masih dipergunakan untuk peribadatan setiap hari Minggu. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda seperti Gedung Marba. Bangunan kuno ini juga sering menjadi salah satu tempat untuk foto foto Pre Wedding.

Altar Gereja Blenduk

Chamber Organ Gereja Blenduk


Interior Atap Gereja Blenduk

Interior Gereja Blenduk


Interior Gereja Blenduk

Interior Kaca Patri Gereja Blenduk

Interior Kursi Gereja Blenduk

Interior Stairway Gereja Blenduk
Gereja Blenduk bisa dikunjungi wisatawan yang ingin melihat interior di dalam gereja. Harga tiket Rp10.000 rupiah. Gereja ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, kecuali saat Gereja Blenduk digunakan untuk pemberkatan pernikahan. Pada hari Minggu, jam kunjung wisatawan dibatasi, yaitu pukul 13.00-16.00 WIB. Sebab pada Minggu pagi, Gereja Belenduk digunakan sebagai tempat kebaktian umat kristen protestan.

Orgel cantik koleksi Gereja Blenduk merupakan sasaran foto favorit pengunjung. Kubah yang terbuat dari tembaga, deretan bangku jemaat yang merupakan versi orisinil hingga pintu ganda panel kayu dan bingkai jendela gereja ialah spot cantik yang bisa diabadikan.
Akses menuju gereja blenduk, jika Anda dari Tugu Muda, arahkan perjalanan menuju Pasar Johar melalui Jalan Pemuda, jalan besar di sisi kanan Lawang Sewu. Banyak tersedia angkutan umum dan bis kota. Sampai Pasar Johar, jalan sedikit atau naik becak ke Gereja Blenduk.

Diluar Gereja Blenduk terdapat bangunan lain yang merupakan kawasan kota lama, Anda dapat mengunjungi bangunan tersebut dan berkliling kawasan kota lama. Anda juga dapat berduduk santai di taman depan gereja blenduk. Taman ini yaitu Taman Sri Gunting, di dekat taman sri gunting banyak pedagang penjual makanan dan minuman.


Taman Sri Gunting
Terdapat Pohon yang rindang di taman Sri Gunting,membuat teduh dan sejuk jika anda duduk bersantai disana.

Video Tentang Gereja Blenduk






Kota Semarang, salah satu kota bersejarah yang ada di Indonesia, mempunyai banyak tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Vihara Buddhagaya yang terletak di Jalan Raya Pudakpayung Watugong, Semarang. Dari pusat Kota Semarang, Anda dapat mencapai Vihara Buddhagaya dengan perjalanan selama 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau jalan menuju Solo – Jogja. Karena letaknya yang berada di pinggir jalan besar dan tepat di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong, Vihara Buddhagaya dapat diakses dengan mudah. Kawasan ini dinamakan Watugong karena di daerah tersebut ditemukan batu (watu) yang bentuknya seperti gong.

Pagoda Budhagaya
Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong yang mempunyai luas 2,25 hektar ini terdiri dari 5 bangunan utama dengan 2 bangunan utama, yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibangun pada tahun 1955. Selain itu, dalam kompleks Vihara Buddhagaya Watugong terdapat pula Monumen Watugong, patung Dewi Kwan Im, patung Buddha di bawah pohon Bodhi yang terletak di pelataran vihara, patung Buddha tidur berwarna coklat dengan pakaian dan tubuh berwarna emas di sebelah kiri pagoda, serta kolam teratai di sekitar pagoda. Pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang ada di pelataran Vihara Buddhagaya ini ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera pada tahun 1955.

Vihara Dhammasala
Bangunan yang menyita perhatian dari Vihara Buddhagaya adalah Vihara Dhammasala. Bangunan Dhammasala ini mempunyai dua lantai. Lantai pertama adalah aula serbaguna yang mempunyai panggung di bagian depan, sedangkan di lantai kedua terdapat ruang Dhammasala yang digunakan untuk acara ibadah umat Buddha. Di dalam vihara ini terdapat patung Buddha duduk berwarna emas dengan ukuran besar. 
Patung Budha di dalam vihara Dhammasala
Di sekeliling Vihara Dhammasala, terdapat pagar dengan ukiran relief cerita Paticca Samuppada, yaitu proses kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia.

Monumen Watugong

Patung Dewi Kwan Im

Patung Budha di bawah pohon Bodhi

Patung Budha Tidur
Ikon paling terkenal dari Vihara Buddhagaya ini adalah Pagoda Avalokitesvara atau biasa disebut Pagoda Metakaruna yang berarti pagoda cinta dan kasih sayang. Pagoda ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang dipercaya oleh umat Buddha sebagai dewi kasih sayang. Pagoda Avalokitesvara mempunyai tinggi 45 meter dan terdiri dari 7 tingkat yang menyempit ke atas, tujuh tingkat ini dimaknakan sebagai kesucian yang akan dicapai oleh pertapa setelah mencapai tingkat ke tujuh. Pagoda Avalokitesvara yang identik dengan perpaduan warna merah dan kuning khas bangunan Tiongkok ini diresmikan oleh MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia pada tahun 2006.


Pagoda Avalokitesvara
Di dalam Pagoda Avalokitesvara yang berukuran 15 x 15 meter dan berbentuk segi delapan ini terdapat patung Dewi Kwan Im berukuran 5,1 meter, serta patung Panglima We Do di sisinya. Di tingkat kedua hingga keenam, ada patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru mata angin. Ini dimaksudkan supaya sang dewi dapat memancarkan welas asih ke empat penjuru. Sedangkan di bagian puncak pagoda terdapat patung Amitabha, yaitu guru besar para dewa dan manusia. Di puncak ini juga terdapat stupa untuk menyimpan relik, yaitu mutiara Buddha. Namun, Anda tidak dapat ke puncak pagoda, karena di pagoda ini tidak disediakan tangga untuk mengakses puncaknya. Total patung yang ada di Pagoda Avalokitesvara berjumlah 30 buah.

Pagoda Avalokitesvara sendiri digunakan untuk ritual Tjiam Shi, yaitu ritual untuk mengetahui nasib umat manusia. Caranya adalah dengan menggoyangkan bambu yang sudah diberi tanda hingga salah satu bambu terjatuh. Untuk membaca hasil ramalan, Anda dapat meminta bantuan kepada petugas yang ada. Namun jika sudah menggoyangkan bambu sebanyak 3 kali berturut-turut dan tidak ada bambu yang terjatuh, konon hari itu bukan hari baik untuk meramalkan nasib.

Untuk memasuki vihara, ada ritual khusus yang harus dijalankan, yaitu menginjak relief ayam, ular, dan babi yang ada di pintu masuk vihara. Menurut keyakinan umat Buddha, ayam merupakan simbol keserakahan, ular adalah lambang kebencian, sedangkan babi melambangkan kemalasan. Dengan menginjak relief hewan-hewan ini, maka umat manusia diharapkan dapat meninggalkan karakter-karakter tersebut dan dapat masuk nirwana.

Vihara Buddhagaya ini dibangun menggunakan material-material yang diimpor langsung dari China. Baik genteng, relief-relief batu yang ada di tangga, lampu naga, kolam naga, air mancur naga, patung kilin dan burung hong, serta semua aksesoris yang ada di Vihara Buddhagaya merupakan material yang dibuat di China. Saat ini, Vihara Buddhagaya merupakan salah satu bangunan yang berada di bawah binaan Sangha Theravada, yaitu sebuah organisasi kebhikkuan yang berpedoman pada Kitab Suci Tipitaka Pali.

Di depan Vihara Buddhagaya, terdapat cottage untuk menginap yang disediakan oleh pengurus vihara. Pengurus Vihara Buddhagaya tidak mematok tarif retribusi untuk pengunjung, Anda dapat membayar retribusi masuk ke kompleks vihara seikhlasnya. Jam buka Vihara Buddhagaya adalah 07.00-21.00 WIB, pengunjung diwajibkan untuk memakai baju tertutup dan berbicara dengan sopan.



Klenteng Sam Po Kong Kota Semarang

Klenteng Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Klenteng ini terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an".
Sam Po Kong Plakat

Sampokong disebut juga sebagai gedung batu ?


Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu, orang Indonesia keturunan cina menganggap bangunan itu adalah sebuah klenteng mengingat bentuknya memiliki arsitektur bangunan cina sehingga mirip sebuah klenteng. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal laksamana cheng ho adalah seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.
Prosesi ibadah 
Menurut cerita, Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati laut jawa, namun saat melintasi laut jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit, kemudian ia memerintahkan untuk membuang sauh. Kemudian merapat ke pantai utara semarang untuk berlindung di sebuah Goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng. Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang di akibatkan pantai utara jawa selalu mengalami proses pendangkalan yang di akibatkan adanya proses sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.
Lukisan Cerita Perjalanan Laksamana Cheng Ho

Konon, setelah Zheng He meninggalkan tempat tersebut karena ia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan menikah dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang ditempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam, di Klenteng ini juga terdapat Makam Seorang Juru Mudi dari Kapal Laksamana Cheng Ho.

Kapal Laksmana Cheng Ho

Klenteng Sam Poo Kong terletak di Jalan Simongan 129, kurang lebih 3 km dari Simpang Lima ke arah barat daya. Dengan menggunakan kendaraan umum dari pusat kota sekitar 20 menit, turun di simpang Kali Garang dan lanjut jalan kaki karena tidak ada angkutan umum yang melewati jalan menuju Klenteng Sam Poo Kong. 

Gerbang Pintu Masuk Sam Po Kong
Tempat ini dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam. Pengunjung dikenakan biaya Rp3.000

Loket penjualan tiket masuk Sam Po Kong
Setelah sampai di depan Gerbang pintu masuk Klenteng Sam po Kong, anda harus menuju loket penjualan tiket di samping depan gerbang masuk, dengan membeli tiket seharga Rp.3000 rupiah, anda dapat memasuki Klenteng Sam Po Kong. Melihat - lihat  yang ada di dalam klenteng, keliling klenteng, foto - foto dan sebagainya.
Patung Laksamana Cheng Ho
Anda akan melihat patung laksamana Cheng ho di dalam area Klenteng. Melanjutkan perjalanan keliling klenteng anda juga dapat melihat patung - patung lainnya yang ada di depan klenteng.
Patung Prajurit - prajurit Laksamana Cheng Ho
Anda juga dapat memasuki area klenteng, melihat kuil di dalam klenteng. Anda bisa beribadah di sana (bagi anda yang beragama Kong Hu Cu), foto - foto, dan sebagainya.
Tiang - tiang Penyangga Klenteng Sam Po Kong
Interior Klenteng Sam Po Kong
Ibadah di dalam Klenteng

































Dalam Kuil Sam Po Kong
Lonceng Sam Po Kong
Puas keliling dalam klenteng anda bisa menyewa pakaian khas tiongkok, sekaligus menyewa jasa foto disana. Cukup dengan membayar senilai Rp. 80.000 rupiah per orang per kostum.







Jika Anda beruntung, anda juga dapat menikmati berbagai atraksi dan upacara yang di selengggarakan di klenteng ini (karena atraksi dan upacara ini tidak diselenggrakan setiap hari, hanya hari - hari tertentu saja). Contohnya seperti atraksi barongsai dan upacara ritual sam po kong,


Atraksi Barongsai

Upacara Ritual Sam Po Kong

Puas berkeliling Klenteng anda dapat duduk - duduk santai sembari melepas lelah karena keliling, anda dapat duduk di depan toko souvenir yang ada di dalam klenteng sam po kong. Di depan toko tersedia tempat duduk yang khusus di sediakan untuk para pengunjung.

Toko Souvenir Sam Po Kong
Di dalam Klenteng Sam Poo Kong ini  terdapat 5 klenteng yaitu Klenteng Dewa Bumi, Kiai Mudi, Sam Poo Kong (paling besar), Kiai Jangkar dan Kiai Tumpeng. Diantara kelenteng Kiai Jangkar dan kelenteng Kiai Tumpeng terdapat tanaman rambat yang sudah berusia ratusan tahun.
Tanaman rambat (lihat Video mengenai tanaman rambat disini, dengan klik tulisan tanaman rambat yang berwarna biru) itu anehnya membentuk tali seperti rantai kapal yang menjuntai dan menghubungkan dari atap ke atap.
"Kami menyebut tanaman ini dengan tali dadung, normalnya ya biasa nggak berbentuk seperti rantai," jelas Albert Leonard selaku tour guide di kelenteng Sam Poo Kong.
Menurutnya, ada legenda yang menceritakan bahwa rantai itu merupakan anugrah dari Tuhan untuk menandakan bahwa kapal Cheng Ho pernah singgah di tempat ini. "Hingga sekarang belum ada peneliti yang datang untuk menjawab kenapa pohon tali dadung ini berbentuk seperti rantai," pungkasnya.





Wisata religi selanjuntya setelah Masjid Agung Jawa Tengah yaitu Masjid Kauman Kota semarang
Tetap lanjutkan membacanya ya para pecinta Wisata :-)
Salam wisata :-)

Masjid Kauman Kota Semarang
Masjid Kauman termasuk dalam daftar masjid tua di tanah Jawa. Letaknya berdekatan dengan Pasar Johar, Kota Semarang. Dahulu,  kompleks ini merupakan alun-alun tempat berkumpul warga Kota Semarang. Hingga saat ini, bangunan Masjid Kauman tetap berdiri kokoh meskipun lingkungan jalan di sekitarnya telah padat dengan kios, pedagang kaki lima, dan tempat angkot menunggu penumpang.
Masjid Kauman dengan latar depan alun alun kota semarang

SEJARAH MASJID KAUMAN


Menurut inskripsi berbahasa dan berhuruf jawa yang terpatri di batu marmer tembok bagian dalam gerbang masuk ke Masjid Besar Kauman Kota Semarang, masjid ini dibangun pada tahun 1170 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1749M. lengkapnya inskripsi tersebut berbunyi seperti berikut :

“Pemut kala penjenengane Kanjeng Tuwan Nikolas Harting hedelir gopennar serta sarta Direktur hing tanah Jawi gennipun kangjeng Kyahi Dipati Suradimanggala hayasa sahega dadosse masjid puniki kala Hijrat 1170”
Prasasti di gapura masjid kauman
Dalam bahasa Indonesia nya :

“Tanda peringatan ketika kanjeng Tuan Nicoolass Hartingh, Gubernur serta Direktur tanah Jawa pada saat Kanjeng Kyai Adipati Suramanggala membangun hingga jadinya masjid ini pada tahun 1170 Hijrah”

Tuan Nicoolass Hartingh sendiri seperti yang disebutkan dalam inskripsi tersebut adalah tokoh utama penggerak lahirnya perjanjian Giyanti pada tahun 1755 yang memecah wilayah Kesultanan Mataram atau dikenal dengan Palihan Nagari menjadi wilayah kesultanan Ngayokyakarta Hadiningrat berpusat di Yokyakarta dan Kasunanan Surakarta. Atas upayanya Nicoolas Hartingh kemudian dihadiahi rumah dinas oleh pemerintah penjajahan Belanda (VOC) di daerah tugu muda dengan nama De Vredestein atau Wisma Perdamaian.
Masjid Kauman Tahun  1953
Masjid Besar Kauman Kota Semarang ini yang kini masih berdiri kokoh adalah bangunan yang didirikan oleh Adipati Suradimanggala (Kiai Terboyo) menggantikan masjid lama yang rusak parah akibat kebakaran selama geger pecinan di Kota Semarang tahun 1741. Lokasi masjid lama ini berada di sebelah timur alun alun diseberang barat kali Kota Semarang. Masjid tua ini pernah dipugar pada masa penjajahan, pada tahun 1889 sampai 1904 dikarenakan pernah terjadi kebakaran pada masjid tersebut. Pada waktu pemugaran Masjid Kauman ditangani seorang arsitek Belanda bernama Gakampiyan

ARSITEKTUR MASJID KAUMAN


Arsitektur Masjid Besar Kauman Kota Semarang ini sering disebut dengan konsep tektonika. Sistem yang mirip dengan struktur tumpang pada bangunan tumpang berpenyangga berpilar lima pada bangunan bangunan pra Islam di tanah Jawa. Menurut Ir. Totok Roesmanto, diterapkannya sistem tektonik dalam pembangunan Masjid Besar Kauman Kota Semarang ini bukan menggunakan soko guru layaknya Masjid Agung Demak, menunjukkan ketidakmampuan ahli bangunan Belanda pada masa itu mencerna aplikasi sistem konstruksi brunjung empyak pada bangunan tajuk tradisional.

Penggunaan sistem tektonik ini mengarah kepada struktur bangunan yang rigid. Empat sokoguru digantikan dengan pilar pilar bata penopang rangkaian pilar dan balok kayu di atasnya. Pada rangkaian bangunan ini juga dikenal sistem dhingklik yang menopang pilar pilar balok kayu yang lebih kecil di atasnya dan bntuk bangunan itu dan seterusnya.

Interior Masjid Kauman
Dari tahun pendirian Masjid Besar Kauman Kota Semarang ini, menjadikan Masjid Kauman Kota Semarang sebagai masjid pertama di Jawa yang bercitra tradisional, namun menggunakan konstruksi modern. Karya demikian dikenal dengan sebutan arsitektur masjid modern tradisionalistik.

Secara keseluruhan masjid kauman ini mencirikan bangunan tradisional Jawa. Dengan atap limas besusun tiga yang mempunyai arti filosofi Iman, Islam, dan Ikhsan. Bentuknya seperti bangunan Majapahit, disokong 36 pilar. Tajug paling bawah menaungi tempat ibadah, tajug kedua lebih kecil, dan tajug tertinggi berbentuk limas. Limas tersebut berhias mustika, sementara pintunya dari rangkaian daun waru. Semua tajug ini ditopang kayu jati. Ciri khas yang mengacu pada tradisi Arab atau Persia. Ornamen seperti ini hampir serupa pada Masjid Agung Demak.

Pada bagian utama masjid, yaitu ruang salat, hanya diperbolehkan bagi muslim laki-laki. Di sini berdiri seperti singgasana nan megah, kursi mimbar tempat khotbah. Ukiran kayu mimbar ini tampak rumit. Lengkungan-lengkungannya indah. Pahatan halus menunjukkan kelenturan tangan berseni pembuatnya. Di pojok terdapat pula jam bandul kuno yang masih digunakan. Untuk mencapai ruang salat utama, jamaah melewati beberapa pintu di sisi kanan dan kiri (bagi perempuan). Barisan pintu ini pun terbuat dari kayu jati bermotif pahatan kotak-kotak sederhana.

Masjid aslinya sendiri kini cukup sulit untuk dilihat karena sudah tertutup oleh bangunan masjid baru dibagian depan masjid asli ditambah dengan himpitan gedung gedung disekitarnya. Aslinya masjid ini beratap seng, kini sudah diganti dengan genteng beton. Sebuah menara yang cukup tinggi juga sudah menjadi pelengkap bagi Masjid Besar Kauman Semarang ini. Tampakan depan nya sudah jauh lebih modern tanpa kehilangan keaslian bangunan aslinya
Menara Masjid Kauman 

TRADISI DI MASJID KAUMAN SELAMA BULAN RAMADHAN


Selama bulan ramadhan di Masjid Kauman, usai shalat dzuhur hingga menjelang ashar, selalu dipenuhi banyak orang. Mereka mendengarkan pengajian Al Qur'an yang dipimpin oleh seorang ulama yang mampu menghafal Al Qur'an di luar kepala atau dikenal dengan sebutan Al Hafiz.
Pengajian Al-quran
Sepanjang sejarah, Masjid Kauman selalu ramai dikunjungi oleh umat muslim dari berbagai penjuru, terutama para musafir yang berdagang di Pasar Johar, Semarang. Selama bulan ramadhan usai sholat dzuhur, ratusan umat muslim memadati serambi masjid, guna mengikuti fadillah atau pengajian Al qur'an yang dipimpin oleh Kyai Haji Ahmad Naqib, seorang ulama Semarang, yang mampu menghafal Al Qur'an di luar kepala, atau dikenal dengan sebutan Al Hafiz. Selain hafal Al Qur'an, Al Hafiz juga mampu menafsirkan inti dari setiap kata dan ayat Al Qur'an, yang disampaikan dalam bahasa Jawa.

BEDUG MASJID KAUMAN

Bedug Wulung  Mangunsari

Bedug wulung mangung sari merupakan bedug yang ada di masjid kauman, bedug ini mempunyai keindahan ciri khas tersendiri.